Kunjungan Kelembagaan UHS ke UII Yogyakarta Perkuat Kolaborasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Universitas Halim Sanusi (UHS) melaksanakan kunjungan kelembagaan ke Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Sabtu (26/4/2026) sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola institusi dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari berbagai praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan UII, khususnya pada bidang akademik, kemahasiswaan, kewirausahaan, serta sistem penjaminan mutu. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategis UHS ke depan.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi UHS melakukan observasi langsung serta dialog kelembagaan dengan pihak UII. Salah satu temuan penting adalah sistem pembinaan karakter mahasiswa di UII yang terintegrasi melalui program pesantrenisasi di asrama. Program ini menitikberatkan pada pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, serta peningkatan literasi Al-Qur’an. UII juga mengelola dua pondok pesantren terpisah bagi mahasiswa putra dan putri sebagai bentuk penguatan nilai keislaman.

Di bidang akademik, UII membuka peluang kerja sama melalui program pendampingan perguruan tinggi (Dermawa/PT Asuh), yang memungkinkan UHS terlibat dalam pembelajaran bersama serta penguatan sistem penjaminan mutu. Selain itu, UII juga menyelenggarakan International Office Conference sebagai wadah kolaborasi internasional dalam kegiatan akademik dan riset lintas negara.

Pada sektor kewirausahaan, UII dinilai telah memiliki ekosistem yang matang melalui konsorsium kewirausahaan, program inkubasi bisnis, serta kompetisi kewirausahaan yang menjalin kemitraan dengan institusi di Singapura. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda yang inovatif dan berdaya saing global.

Sementara itu, dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, UII mengembangkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis kebutuhan masyarakat, seperti pengelolaan lingkungan dan program sekolah lansia bekerja sama dengan BKKBN. Pendampingan wilayah KKN dilakukan secara berkelanjutan hingga sepuluh tahun untuk memastikan dampak yang signifikan. UII juga menjalankan KKN internasional dengan mitra luar negeri, termasuk penanganan isu anak tanpa kewarganegaraan asal Malaysia.

Dari aspek penjaminan mutu, UII menerapkan sistem yang terstruktur dengan pelaksanaan audit mutu internal tahunan serta peran aktif unit penjamin mutu sebagai validator kualitas program studi. Dalam hal ini, UHS juga mendapatkan peluang untuk memperoleh pendampingan serta akses terhadap dokumen penjaminan mutu.

Selain itu, UII menyediakan dukungan infrastruktur yang memadai, seperti pendanaan internal, laboratorium terpadu, serta peran aktif Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). UII juga memberikan pendampingan intensif bagi dosen dalam penyusunan proposal penelitian dan pengajuan hibah riset, yang membuka peluang kolaborasi riset bagi UHS.

Berdasarkan hasil kunjungan, UII dinilai telah berhasil mengembangkan sistem pendidikan tinggi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Oleh karena itu, UHS memandang perlu untuk segera menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan perjanjian kerja sama (MoA), pembentukan tim teknis pengembangan, serta penyelarasan program prioritas secara bertahap.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara UHS dan UII dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Delegasi UHS dalam kegiatan ini dipimpin oleh Rektor UHS Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D., didampingi Wakil Rektor III H. Iman Budiman, M.Ag., serta sejumlah pimpinan unit, termasuk Kepala LPPM, Kepala LPMPI, Kepala Kerjasama dan Perencanaan, dan staf terkait.

Dengan adanya kolaborasi ini, UHS optimistis dapat meningkatkan daya saing kelembagaan serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Share